Liputan 77.com // Madiun – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun melaksanakan kegiatan panen ikan lele dan telur ayam sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (23/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di kawasan Brandgang Ecopark Lapas Kelas I Madiun tersebut menjadi salah satu bentuk pemanfaatan lahan secara produktif sekaligus sarana pembelajaran keterampilan kerja bagi WBP.
Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Kabid Kegiatan Kerja Nurma Yuliati, bersama Kabid Pembinaan Budi Setya Prabowo dan Kasi Bimbingan Kerja Denny Septa. Kegiatan turut diikuti oleh staf Kegiatan Kerja, peserta magang, serta WBP yang selama ini terlibat dalam proses pemeliharaan dan pengelolaan budidaya.
Dalam panen tersebut, Lapas Kelas I Madiun berhasil memperoleh 60 kilogram ikan lele dan 15 kilogram telur ayam. Hasil tersebut merupakan bagian dari pengelolaan kegiatan kerja yang dilakukan melalui proses pemeliharaan secara rutin dan terarah di Brandgang Ecopark.
Kabid Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Madiun, Nurma Yuliati, menyampaikan bahwa kegiatan panen menjadi gambaran nyata dari proses pembinaan kemandirian yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Panen hari ini merupakan hasil dari proses yang dilakukan secara konsisten. WBP terlibat dalam berbagai tahapan, mulai dari pemeliharaan hingga proses panen. Dari kegiatan ini mereka belajar tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, sekaligus keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Nurma.
Baca juga: Hadapi Kekeringan, Lapas Narkotika Pamekasan Ajak Warga Binaan Shalat Istisqa’ dan Peduli Air
Sementara itu, Kabid Pembinaan Budi Setyo menjelaskan bahwa kegiatan kerja menjadi salah satu sarana untuk mendukung proses pembinaan WBP secara menyeluruh.
“Pembinaan kemandirian diarahkan agar WBP mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang dapat diterapkan secara nyata. Budidaya lele dan peternakan ayam menjadi salah satu bentuk kegiatan produktif yang memberikan ruang bagi WBP untuk belajar bekerja secara teratur, bertanggung jawab, dan menghasilkan sesuatu yang memiliki nilai manfaat,” jelas Budi.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui keterlibatan langsung WBP bersama petugas dan peserta magang dalam pengelolaan budidaya. Proses tersebut mencakup pemeliharaan hingga waktu panen, sehingga WBP memperoleh pengalaman secara langsung mengenai pengelolaan kegiatan kerja.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Kelas I Madiun terus mengoptimalkan Brandgang Ecopark sebagai kawasan produktif yang mendukung pembinaan kemandirian. Pengembangan kegiatan budidaya diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak WBP memperoleh pengalaman dan keterampilan sebagai bekal untuk menjalani kehidupan setelah kembali ke masyarakat.
Red
Editor : Redaksi